Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ سَمِعْتُ جُنْدَبًا يَقُولُ اشْتَكَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَقُمْ لَيْلَةً أَوْ لَيْلَتَيْنِ فَأَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ يَا مُحَمَّدُ مَا أُرَى شَيْطَانَكَ إِلَّا قَدْ تَرَكَكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَالضُّحَى وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى }
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al Aswad bin Qais ia berkata, Aku mendengar Jundub berkata, Rasulullah ﷺ pernah jatuh sakit hingga beliau tidak bisa bangun selama sehari atau dua hari, maka seorang wanita pun datang kepada beliau dan berkata, "Wahai Muhammad, tidaklah aku melihat setanmu itu, kecuali ia telah meninggalkanmu." Maka Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat, "WADLDHUHAA WALLAILI IDZAA SAJAA MAA WADDA'AKA RABBUKA WAMAA QALAA (Demi waktu Dhuha. Dan demi waktu malam ketika tiba. Sesungguhnya Tuhan-mu tidaklah meninggalkanmu). (QS. Adhdhuha 1-3).
Takhrij Hadis:
- Shahih Bukhari, bab kaifa najala wahyu, juz 6,no.4983, hal.182
- Shahih Muslim, bab maa laqiya Nabi saw min adzaa, juz 5, no.1797, hal.182.
- Musnad Ahmad, juz 31, no.18801, hal.102
Kandungan Hadis:
- Dalam hadis ini disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah mengalami sakit sehingga tidak melaksanakan qiyamullail (salat malam) selama satu atau dua malam. Ini menunjukkan sisi kemanusiaan beliau.
- Seorang wanita (dalam riwayat lain disebut Ummu Jamil, istri Abu Lahab) datang dan mencela Nabi ﷺ dengan mengatakan bahwa "setanmu telah meninggalkanmu", karena beliau tidak terlihat beribadah seperti biasanya. Ini adalah bentuk ejekan dan pelecehan terhadap kenabian beliau.
- Allah menurunkan Surah Adh-Dhuha sebagai bentuk pembelaan dan penghiburan kepada Nabi ﷺ.
- Hadis ini mengajarkan bahwa bahkan Nabi ﷺ diuji dengan rasa sakit dan celaan, namun Allah selalu memberikan dukungan dan penghiburan melalui wahyu. Ini menjadi pelajaran bagi umat Islam untuk tetap sabar dan yakin akan pertolongan Allah di tengah ujian.
- Surah ini memiliki nilai spiritual yang tinggi karena diturunkan untuk menguatkan hati Rasulullah ﷺ. Ia menjadi sumber ketenangan bagi siapa pun yang merasa ditinggalkan atau diuji.