Senin, 08 Desember 2025

34. PENURUNAN AL-QUR'AN DALAM TUJUH HURUF: PERMINTAAN NABI DAN IJIN DARI JIBRIL


Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَأَنِي جِبْرِيلُ عَلَى حَرْفٍ فَرَاجَعْتُهُ فَلَمْ أَزَلْ أَسْتَزِيدُهُ وَيَزِيدُنِي حَتَّى انْتَهَى إِلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Ufair ia berkata, telah menceritakan kepadaku Al Laits ia berkata, telah menceritakan kepadaku Uqail dari Ibnu Syihab ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bahwa Abdullah bin Abbas radhiallahu'anhuma telah menceritakan kepadanya bahwa; Rasulullah bersabda, "Jibril telah membacakan padaku dengan satu dialek, maka aku pun kembali kepadanya untuk meminta agar ditambahkan, begitu berulang-ulang hingga berakhirlah dengan Sab'atu Ahruf (Tujuh dialek yang berbeda)."

Takhrij Hadis:
  1. Shahih Bukhari, Bab Anzala Al-Qur'an 'Alaa Sab'ati Ahrupin, juz 6, no.4991, hal.184.
  2. Shahih Muslim, Bab  Bayaanu Annal Al-Qur'an 'Alaa Sab'ati Ahrupin wa Bayaan Ma'nahu,  juz 2 no. 819, hal.202.
  3. Musnad Ahmad, Dalam Musnad Abdullah ibnu Al-Abbas, juz 4, no.2375, 2717 dan 2858,  hal.206
Kandungan Hadis:

Hadis ini merupakan salah satu dasar penting dalam memahami konsep "tujuh huruf" (سبعة أحرف) dalam bacaan Al-Qur'an. 
  1. Pengajaran dari Jibril: Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan bahwa Malaikat Jibril mengajarkan Al-Qur'an kepadanya pada satu huruf (cara bacaan atau dialek).
  2. Permintaan Tambahan: Nabi ﷺ terus meminta tambahan kemudahan dalam bacaan kepada Jibril, hingga akhirnya Jibril memberinya izin untuk membaca dalam tujuh huruf.
  3. Makna "Tujuh Huruf": Para ulama menafsirkan "tujuh huruf" sebagai bentuk kemudahan yang Allah berikan kepada umat Islam, mengingat perbedaan dialek dan variasi bahasa di kalangan suku-suku Arab saat itu. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam bacaan Al-Qur'an selama masih sesuai dengan kaidah yang ditetapkan.
  4. Konteks Sejarah: Hadis ini menjadi dasar bagi keberagaman qira’at (bacaan) Al-Qur'an yang sahih, yang kemudian dikodifikasi dan dijaga oleh para ulama qira’at.



35. KODIFIKASI Al-QUR'AN PADA MASA ABU BAKAR: PERAN ZAID BIN TSABIT DAN VALIDASI AYAT TERAKHIR SURAH AT-TAUBAH

 

Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ ابْنَ السَّبَّاقِ قَالَ إِنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ قَالَ أَرْسَلَ إِلَيَّ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّكَ كُنْتَ تَكْتُبُ الْوَحْيَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاتَّبِعْ الْقُرْآنَ فَتَتَبَّعْتُ حَتَّى وَجَدْتُ آخِرَ سُورَةِ التَّوْبَةِ آيَتَيْنِ مَعَ أَبِي خُزَيْمَةَ الْأَنْصَارِيِّ لَمْ أَجِدْهُمَا مَعَ أَحَدٍ غَيْرِهِ { لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ } إِلَى آخِرِهِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab bahwa Ibnu As Sabbaq berkata, Zaid bin Tsabit berkata, Abu Bakar pernah mengutus seseorang padaku seraya mengatakan, "Sesungguhnya, kamulah yang pernah menulis wahyu untuk Rasulullah ﷺ. Karena itu, telusurilah Al-Qur'an." Maka aku pun segera menelusurinya, hingga aku mendapati akhir dari surah At-Taubah, yakni dua ayat bersama Abu Khuzaimah Al Anshari, yang aku tidak mendapatkannya pada seorang pun selainnya. Yakni, "LAQAD JAA`AKUM RASUULUM MIN ANFUSIKUM 'AZIIZUN 'ALAIHI MAA 'ANITTUM.." Hingga akhir ayat.

Takhrij Hadis:

  1. Shahih Bukhari, Bab Kaatibu Nabi saw, juz 6, no.4989, hal.184.
  2. Jami' At-Tirmidzi, Bab  Wa Min Suurati At-Taubah, juz 5, no.3103, hal.180.
  3. Musnad Ahmad, Dalam Musnad Abi Bakar Ash-Shiddiq ra., juz 1, no.57, hal.224. 

Kandungan Hadis:

Hadis ini mengisahkan proses awal pengumpulan Al-Qur'an secara tertulis setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, khususnya pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. 

  1. Penugasan kepada Zaid bin Tsabit: Abu Bakar RA memanggil Zaid bin Tsabit, yang dikenal sebagai penulis wahyu pada masa Nabi ﷺ, dan menugaskannya untuk mengumpulkan Al-Qur'an dari berbagai sumber.
  2. Metode Pengumpulan: Zaid bin Tsabit melakukan penelusuran menyeluruh terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang telah ditulis atau dihafal oleh para sahabat.
  3. Penemuan Ayat Terakhir Surah At-Taubah: Zaid menemukan dua ayat terakhir dari Surah At-Taubah (ayat 128–129) hanya pada Abu Khuzaymah Al-Anshari, dan tidak menemukannya pada sahabat lain dalam bentuk tertulis.
  4. Validasi Abu Khuzaymah: Diterimanya dua ayat tersebut dari Abu Khuzaymah memiliki dasar kuat, karena Rasulullah ﷺ pernah menyatakan bahwa kesaksian Abu Khuzaymah setara dengan dua orang saksi, sehingga cukup untuk dijadikan bukti dalam pengumpulan mushaf.


36.INSTRUKSI KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN DALAM PENULISAN MUSHAF AL-QUR'AN


Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَأَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ فَأَمَرَ عُثْمَانُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ وَسَعِيدَ بْنَ الْعَاصِ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ أَنْ يَنْسَخُوهَا فِي الْمَصَاحِفِ وَقَالَ لَهُمْ إِذَا اخْتَلَفْتُمْ أَنْتُمْ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فِي عَرَبِيَّةٍ مِنْ عَرَبِيَّةِ الْقُرْآنِ فَاكْتُبُوهَا بِلِسَانِ قُرَيْشٍ فَإِنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ بِلِسَانِهِمْ فَفَعَلُوا

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri Dan telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik ia berkata, Utsman memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit, Sa'id bin Al 'Ash, Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam untuk menyalin Al-Qur'an ke dalam Mushaf (pembukuan Al-Qur'an). Dan Utsman berkata pada mereka, "Jika kalian berselisih dengan Zaid dalam masalah bahasa Arab Al-Qur'an, maka tulislah berdasarkan lisannya bangsa Quraisy, sebab Al-Qur'an dengan bahasa mereka." Maka mereka pun melakukannya.

Takhrij Hadis:

  1. Shahih Bukhari, bab Najala Al-Qur'an Bilisaani Quraisy, juz 6, no.4984,3506, hal.182.

Kandungan Hadis:

  1. Perintah Penyalinan Mushaf: Utsman bin Affan memerintahkan sekelompok sahabat, yaitu Zaid bin Tsabit, Sa'id bin Al-‘Ash, Abdullah bin Az-Zubair, dan Abdurrahman bin Al-Harith bin Hisham, untuk menyalin Al-Qur'an ke dalam mushaf-mushaf.
  2. Instruksi Bahasa: Jika terjadi perbedaan pendapat antara Zaid bin Tsabit dan anggota tim lainnya dalam hal bahasa Arab Al-Qur'an, maka mereka diperintahkan untuk menuliskannya dalam bahasa Quraisy, karena Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa Quraisy.
  3. Kepatuhan terhadap Instruksi: Para sahabat yang ditugaskan melaksanakan perintah tersebut sesuai dengan arahan Khalifah Utsman.



1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS DAN KEMUDANYA DALAM MEMPEROLEH PAHALA BESAR SETARA SEPERTIGA MALAM Al-QUR'AN

  REDAKSI HADIS حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ وَالضَّحَّاكُ الْمَشْرِقِيُّ ع...