Jumat, 12 Desember 2025

27. EMPAT SAHABAT ANSHAR YANG MENGHIPUN Al-QUR'ANﷺ


Redaksi Hadis


حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَنْ جَمَعَ الْقُرْآنَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعَةٌ كُلُّهُمْ مِنْ الْأَنْصَارِ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَأَبُو زَيْدٍ تَابَعَهُ الْفَضْلُ عَنْ حُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ عَنْ ثُمَامَةَ عَنْ أَنَسٍ

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah ia berkata, Aku bertanya kepada Anas bin Malik radhiallahu'anhu, "Siapakah yang mengumpulkan Al-Qur'an pada masa Nabi ﷺ?" ia menjawab, "Ada empat orang dan semuanya dari kaum Anshar. Yaitu, Ubay bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Abu Zaid." Hadits ini diperkuat oleh Al Fadllu dari Husain bin Waqid dari Tsumamah dari Anas.


Takhrij Hadis: 
  1. Shahih Bukhari, Dalam Bab  Al-Qira'ah Min Ash-Habi Al-Nabi saw, no.5003.
  2. Shahih Muslim, Bab Fadhail Abi Ibnu Ka'ab, no.2465.
  3. Jami' At-Tirmidzi, Bab Manaaqib Mu'adz Ibnu Jabal, wa Zaid Ibnu Tsabit, Wa Abi 'Ubaidah Ibnu Jaraah, no.3794.
  4. Musnad Ahmad, Dalam Musnad Anas Ibnu Malik Ra, no.13441 dan 13942.
Kandungan Hadis:

Dalam hadis ini, Qatadah meriwayatkan bahwa ia pernah bertanya kepada Anas bin Malik رضي الله عنه: "Siapa saja yang menghimpun (menghafal) Al-Qur'an pada masa Rasulullah ﷺ?"
Anas menjawab:
"Empat orang, semuanya dari kalangan Anshar ;Ubay bin Ka'ab,Mu'adz bin Jabal,Zaid bin Tsabit, Abu Zaid"

Hadis ini juga dikuatkan oleh riwayat Al-Fadl dari Husain bin Waqid dari Tsummamah dari Anas.
  1. Keutamaan para penghafal Al-Qur'an: Hadis ini menunjukkan bahwa pada masa Nabi ﷺ, ada sahabat-sahabat yang telah menghimpun Al-Qur'an secara lengkap, baik dengan hafalan maupun tulisan.
  2. Peran kaum Anshar: Keempat sahabat yang disebutkan semuanya berasal dari kalangan Anshar (penduduk asli Madinah), menunjukkan kontribusi besar mereka dalam menjaga wahyu.
  3.  Pentingnya sanad dan periwayatan: Hadis ini menunjukkan metode periwayatan yang kuat dan berlapis, serta pentingnya bertanya kepada sahabat yang terpercaya seperti Anas bin Malik.
  4. Siapa itu Abu Zaid? Para ulama berbeda pendapat tentang identitas Abu Zaid. Sebagian menyebutkan bahwa beliau adalah Qais bin Sa'd bin Ubadah atau Sa'id bin Ubayd, namun tidak ada kesepakatan pasti.
  5.  Motivasi untuk menghafal Al-Qur'an: Hadis ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk meneladani para sahabat dalam menjaga dan menghafal Al-Qur'an.

28. KETEGASAN ABDULLAH BN MAS'UD TERHADAP PENGINGKAR BACAAN AL-QUR'AN DAN PELAKU KEMAKSIATAN


Redaksi Hadis

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ كُنَّا بِحِمْصَ فَقَرَأَ ابْنُ مَسْعُودٍ سُورَةَ يُوسُفَ فَقَالَ رَجُلٌ مَا هَكَذَا أُنْزِلَتْ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحْسَنْتَ وَوَجَدَ مِنْهُ رِيحَ الْخَمْرِ فَقَالَ أَتَجْمَعُ أَنْ تُكَذِّبَ بِكِتَابِ اللَّهِ وَتَشْرَبَ الْخَمْرَ فَضَرَبَهُ الْحَدَّ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Katsir, telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Ibrahim dari 'Alqamah ia berkata, Suatu ketika, kami berada di Himsh, lalu Ibnu Mas'ud membaca surat Yusuf. Kemudian seorang laki-laki berkata, "Bacaan surat ini diturunkan tidaklah seperti itu." Ibnu Mas'ud berkata, "Aku telah membacanya di hadapan Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda, 'Bacaanmu adalah benar.'" Dan ternyata Ibnu Mas'ud mendapatkan bau khamar dari mulut laki-laki itu, maka ia pun langsung berkata, "Apakah kamu akan menggabungkan antara pendustaan atas Allah dan meminum khamar." Setelah itu, ia pun menegakkan hukuman padanya.

Takhrij Hadis:

  1.  Shahih Bukhari, Bab Al-Qira'ah Min Ash-Habi An-Nabi saw, no. 5001.
  2. Musnad Ahmad, Dalam Musnad 'Abdullah Ibnu Mas'ud, no.3591 dan 4033.

Kandungan Hadis:

Hadis ini menceritakan peristiwa yang terjadi di kota Himsh (Homs), ketika Abdullah bin Mas’ud sedang membaca Surah Yusuf di hadapan orang-orang. Seorang laki-laki menegur bacaan beliau dengan berkata, “Bukan begitu cara turunnya (surah ini).” Mendengar itu, Ibn Mas’ud menjawab:

“Aku telah membacanya kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau bersabda: ‘Engkau telah membaca dengan baik.’”

Namun, Ibn Mas’ud mencium bau khamr (minuman keras) dari laki-laki tersebut. Maka beliau menegur dengan keras:

“Apakah engkau menggabungkan antara mendustakan Kitab Allah dan meminum khamr?”

Lalu beliau menjatuhkan hukuman had (cambuk) kepada laki-laki itu.

  1. Keutamaan Abdullah bin Mas’ud: Beliau adalah sahabat yang terpercaya dalam bacaan Al-Qur’an dan mendapat pengakuan langsung dari Nabi ﷺ.
  2. Ketegasan terhadap penyimpangan: Ibn Mas’ud tidak membiarkan penyimpangan dalam bacaan Al-Qur’an, apalagi dari orang yang tidak berilmu dan dalam keadaan bermaksiat.
  3. Pentingnya sanad dan otoritas dalam ilmu: Bacaan Al-Qur’an tidak boleh sembarangan dikoreksi kecuali oleh orang yang memiliki ilmu dan sanad yang sahih.
  4. Hukuman terhadap pelaku maksiat: Hadis ini menunjukkan bahwa pelaku maksiat seperti peminum khamr dikenai hukuman had, dan tidak layak mengomentari atau mengingkari bacaan Al-Qur’an.
  5. Adab dalam menanggapi perbedaan bacaan: Jika ada perbedaan qira’at, harus ditanggapi dengan ilmu dan adab, bukan dengan pengingkaran yang sembrono.


29.ANJURAN NABI UNTUK MEMPELAJARI Al-QUR'AN DARI EMPAT SAHABAT

 

Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ ذَكَرَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ لَا أَزَالُ أُحِبُّهُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَسَالِمٍ وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Amru dari Ibrahim dari Masruq bahwasanya; Abdullah bin Amru menyebut Abdullah bin Mas'ud seraya berkata, "Aku senantiasa mencintainya. Aku mendengar Nabi bersabda, 'Ambillah Al-Qur'an itu dari empat orang. Yaitu dari, Abdullah bin Mas'ud, Salim, Mu'adz bin Jabal dan Ubay bin Ka'ab.'

Takhrij Hadis:
  1. Shahih  Bukhari, Bab Al-Qira'ah Min Ash-habi An-Nabiyi saw., no.4999.
  2. Shahih Muslim, Bab Min Fadhail  'Abdullah Bin Mas'ud, wa Ummuhu ra, no.2464.
  3. Jami' At-aTirmidzi, Bab Manaaqib Abdullah bin Mas'ud ra, no.3810
  4. Musnad Ahmad, Dalam Musnad 'Abdullah Ibnu Umar, no.6767.
Kandungan Hadis:
  1.  Keutamaan para sahabat tertentu dalam ilmu Al-Qur'an: Nabi Muhammad ﷺ secara khusus menyebut empat sahabat yang memiliki keahlian luar biasa dalam membaca dan memahami Al-Qur'an.
  2. Abdullah bin Mas’ud: Seorang sahabat yang dikenal sangat dekat dengan Nabi dan memiliki pemahaman mendalam tentang Al-Qur'an. Ia termasuk yang pertama masuk Islam dan belajar langsung dari Nabi.
  3.  Salim maula Abu Hudzaifah: Seorang sahabat yang merdeka dari perbudakan dan dikenal sebagai penghafal Al-Qur'an yang terpercaya.
  4. Mu’adz bin Jabal: Sahabat yang dikenal karena keluasan ilmunya, terutama dalam bidang halal dan haram.
  5.  Ubay bin Ka’ab: Salah satu penulis wahyu dan dikenal sebagai salah satu qari (pembaca Al-Qur'an) terbaik di kalangan sahabat.
  6. Anjuran untuk belajar dari ahli: Hadis ini menunjukkan pentingnya belajar dari orang yang ahli dan terpercaya dalam bidangnya, khususnya dalam ilmu agama.


1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS DAN KEMUDANYA DALAM MEMPEROLEH PAHALA BESAR SETARA SEPERTIGA MALAM Al-QUR'AN

  REDAKSI HADIS حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ وَالضَّحَّاكُ الْمَشْرِقِيُّ ع...