Rabu, 21 Januari 2026

1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS DAN KEMUDANYA DALAM MEMPEROLEH PAHALA BESAR SETARA SEPERTIGA MALAM Al-QUR'AN

 REDAKSI HADIS

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ وَالضَّحَّاكُ الْمَشْرِقِيُّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَقَالُوا أَيُّنَا يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآنِ

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh, telah menceritakan kepada kami bapakku, telah menceritakan kepada kami Al A'masy, telah menceritakan kepada kami Ibrahim dan Adl Dlahak Al Masyriqi dari Abu Sa'id Al Khudri radhiallahu'anhu, ia berkata, Nabi bersabda kepada para sahabatnya, "Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu bila ia membaca sepertiga dari Al-Qur'an pada setiap malamnya?" dan ternyata para sahabat merasa kesulitan seraya berkata, "Siapakah di antara kami yang mampu melakukan hal itu wahai Rasulullah?" maka beliau pun bersabda, "ALLAHUL WAAHID ASH SHAMAD (maksudnya surah Al-ikhlash) nilainya adalah sepertiga Al-Qur'an."

TAKHRIJ HADIS

1.      Ṣaḥīḥ al-Bukhārī,Kitab: Faḍā’il al-Qur’ān , Bab Qul huwa Allāhu Aḥad ‘adlu thuluth al-Qur’ān  No. hadis: 5015 

2.      Ṣaḥīḥ Muslim, Kitab: Ṣalāt al-Musāfirīn wa Qaṣruhā, Bab: Faḍl Qul huwa Allāhu Aḥad wa annahā ta‘dilu thuluth al-Qur’ān  No. hadis: 811 

3.      Sunan al-Tirmidhī, Kitab: Faḍā’il al-Qur’ān ,Bab: Mā jā’a fī annā qul huwa Allāhu Aḥad ta‘dilu thuluth al-Qur’ān  No. hadis: 2895 

4.      Sunan al-Nasā’ī Kitab: al-Iftitāḥ, Bab: Faḍl Qul huwa Allāhu Aḥad  No. hadis: 996 

5.      Musnad Aḥmad ibn Ḥanbal, Riwayat dari Abu Sa‘īd al-Khudrī r.a.   No. hadis: 11089

KANDUNGAN HADIS

1.      Kemudahan ibadah: Rasulullah memberikan jalan yang lebih ringan bagi umatnya untuk memperoleh pahala besar, yaitu dengan membaca surah al-Ikhlāṣ. 

2.       Keutamaan surah al-Ikhlāṣ: Surah ini mengandung inti pokok aqidah Islam, yaitu tauhid (mengesakan Allah). Karena itu, nilainya sebanding dengan sepertiga al-Qur’an. 

3.      Tauhid sebagai inti ajaran: Al-Qur’an secara garis besar membahas tiga hal:  Tauhid (mengenal Allah dan sifat-Nya). 

Syariat (hukum-hukum dan ibadah). 

Kisah/ibrah (cerita umat terdahulu sebagai pelajaran). 

4.      Surah al-Ikhlāṣ mencakup bagian tauhid, sehingga disebut sepertiga al-Qur’an. 

5.      Motivasi membaca al-Qur’an: Hadis ini mendorong umat Islam untuk senantiasa membaca al-Qur’an, meskipun sedikit, karena setiap bacaan memiliki nilai dan keutamaan besar. 


2.KEWAJIBAN MENJAGA DAN MENGULANG HAFALAN AL-QUR'AN AGAR TIDAK HILANG

 REDAKSI HADIS

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala', telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi, beliau bersabda, "Peliharalah selalu Al-Qur'an, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh ia cepat hilang daripada Unta yang terikat."

TAKHRIJ HADIS
  1. Shahih al-Bukhari ,Kitab Fadhail al-Qur’an (Keutamaan Al-Qur’an), Bab Ta‘ahud al-Qur’an  Nomor hadis: 5033 
  2. Shahih Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha Bab al-Amru bi Ta‘ahud al-Qur’an  Nomor hadis: 789
  3. Sunan Abu Dawud, Kitab al-Witr  Bab Fi Ta‘ahud al-Qur’an   Nomor hadis: 1470
  4.   Sunan an-Nasa’I, Kitab al-Imamah, Bab Ta‘ahud al-Qur’an  Nomor hadis: 938
G    KANDUNGAN HADIS

1.      Perintah menjaga hafalan Al-Qur’an 

Kata تَعَاهَدُوا berarti senantiasa memperhatikan, mengulang, dan menjaga bacaan Al-Qur’an agar tidak hilang dari ingatan. 

Hafalan Al-Qur’an sangat mudah hilang bila tidak dijaga dengan muraja‘ah (pengulangan).

2.      Perumpamaan dengan unta 

Unta yang diikat bisa lepas dengan cepat jika tidak dijaga. 

Begitu pula hafalan Al-Qur’an: jika tidak diulang, ia akan hilang lebih cepat daripada unta yang lepas dari ikatannya.

3.      Makna praktis bagi umat Islam 

Orang yang menghafal Al-Qur’an wajib rutin membaca dan mengulang hafalannya.  Tidak cukup hanya menghafal sekali, tetapi harus ada muraja‘ah harian. 

Hadis ini menunjukkan pentingnya disiplin dalam menjaga ilmu, khususnya Al-Qur’an.

4.      Hikmah 

Menjaga Al-Qur’an adalah bentuk penghormatan terhadap wahyu Allah. 

Mengingatkan bahwa manusia mudah lalai, sehingga perlu usaha terus-menerus. 

Menjadi motivasi bagi para penghafal Al-Qur’an agar tidak merasa cukup dengan hafalan awal.







3. IRI DENGAN AHLI AL-QUR'AN

 REDAKSI HADIS

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ سَمِعْتُ ذَكْوَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ فَقَالَ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ فَقَالَ رَجُلٌ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sulaiman Aku mendengar Dzakwan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, "Tidak diperbolehkan hasad kecuali pada dua perkara, yaitu: Seseorang yang telah diajari Al-Qur'an oleh Allah, sehingga ia membacanya di pertengahan malam dan siang, sampai tetangga yang mendengarnya berkata, 'Duh.., sekiranya aku diberikan sebagaimana apa yang diberikan kepada si Fulan, niscaya aku akan melakukan apa yang dilakukannya.' Kemudian seseorang diberi karunia harta oleh Allah, sehingga ia dapat membelanjakannya pada kebenaran, lalu orang pun berkata, 'Seandainya aku diberi karunia sebagaimana si Fulan, maka niscaya aku akan melakukan sebagaimana yang dilakukannya."

 TAKHRIJ HADIS

1.     Shahih al-Bukhari,Kitab Fadhail al-Qur’an, Bab La Hasada Illa Fitnatayn  Nomor hadis: 5025 (Fath al-Bari)

2. Shahih Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab La Hasada Illa Fitnatayn  Nomor hadis: 815 (Syarh Muslim oleh Nawawi) 

3. Sunan an-Nasa’i ,Kitab al-Jumu‘ah, Bab al-Hasad  Nomor hadis: 1387

4. Sunan Ibn Majah,Kitab al-Zuhd, Bab al-Hasad  Nomor hadis: 4228

5. Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi  Bab Keutamaan Membaca Al-Qur’an

KANDUNGAN HADIS

1.  Hasad yang terpuji: Islam melarang hasad (iri hati) secara umum, namun ada pengecualian berupa ghibṭah (keinginan baik) terhadap dua golongan 

 Orang yang diberi ilmu Al-Qur’an: Ia membaca, mengajarkan, dan mengamalkan Al-Qur’an siang dan malam. Orang lain boleh berangan-angan memiliki keutamaan yang sama agar bisa beramal serupa.

3.Orang yang diberi harta: Ia membelanjakan hartanya di jalan Allah, menolong agama dan sesama.

  Orang lain boleh berharap memiliki harta untuk berinfak sebagaimana dia.

4.      Makna ghibṭah vs hasad:

Hasad: menginginkan nikmat orang lain hilang.

Ghibṭah: menginginkan nikmat serupa tanpa berharap nikmat orang lain hilang.

5.      Pesan utama: Islam mendorong umatnya untuk berlomba dalam kebaikan, bukan iri dalam urusan dunia semata. Yang patut diinginkan adalah nikmat yang membawa manfaat bagi agama dan umat.


1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS DAN KEMUDANYA DALAM MEMPEROLEH PAHALA BESAR SETARA SEPERTIGA MALAM Al-QUR'AN

  REDAKSI HADIS حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ وَالضَّحَّاكُ الْمَشْرِقِيُّ ع...