Senin, 15 Desember 2025

23.DZIKIR SEBELUM TIDUR: MEMBACA AL-MU'AWWIDZAT DAN MENGUSAPKANNYA KE TUBUH


Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْمُفَضَّلُ بْنُ فَضَالَةَ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Al Mufadldlal bin Fadlalah dari Uqail dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah bahwa biasa Nabi bila hendak beranjak ke tempat tidurnya pada setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya dan membacakan, "QULHUWALLAHU AHAD.." dan, "QUL `A'UUDZU BIRABBIL FALAQ…" serta, "QUL `A'UUDZU BIRABBIN NAAS.." Setelah itu, beliau mengusapkan dengan kedua tangannya pada anggota tubuhnya yang terjangkau olehnya. Beliau memulainya dari kepala, wajah dan pada anggota yang dapat dijangkaunya. Hal itu, beliau ulangi sebanyak tiga kali.

Takhrij Hadis:

  1. Shahih Bukhari, Dalam Bab Fadlu Al-Mu'awwidzat, no.5017.
  2. Sunan Abi Daud, Bab Maa Yaquulu 'Inda Al-Naum, no.5056.
  3. Jami' at-Tirmidzi, Bab Man Yaqra' Al-Qur'an 'inda Al-Manam, no.3402.
  4. Sunan Ibnu Majah, Bab Maa Yad'uhu Bihi Idza Awaa Ilaa firaasyihi, no.3875.
  5. Musnad Ahmad, Dalam Musnad Al-Shadiiqah 'Aisyah Binti Al-Shiddiq Ra., no.24853 dan 25208.

Kandungan Hadis:

Hadis ini diriwayatkan dari Sayyidah ‘Ā’isyah radhiyallāhu ‘anhā, yang menceritakan kebiasaan Rasulullah ﷺ sebelum tidur setiap malam:Beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, Lalu meniup ke dalamnya setelah membaca tiga surah:

  • Surah al-Ikhlāṣ (Qul Huwa Allāhu Aḥad)
  •  Surah al-Falaq (Qul A‘ūdhu bi-Rabbi al-Falaq)
  •  Surah an-Nās (Qul A‘ūdhu bi-Rabbi an-Nās)
  • Setelah itu, beliau mengusapkan kedua tangannya ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh.
  • Beliau mengulangi hal ini tiga kali setiap malam.

Pelajaran dan Hikmah Hadis:

  1. Sunnah sebelum tidur: Hadis ini mengajarkan amalan yang sangat dianjurkan sebelum tidur, yaitu membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an (al-Mu’awwidzāt) dan mengusapkannya ke tubuh.
  2. Perlindungan dari gangguan: Bacaan ini berfungsi sebagai ruqyah dan perlindungan dari segala keburukan, baik yang tampak maupun yang gaib.
  3. Makna meniup (nafth): Nafth adalah tiupan ringan yang disertai sedikit ludah, bukan meludah penuh. Ini menunjukkan adab dalam melakukan ruqyah.
  4. Keberkahan sentuhan: Rasulullah ﷺ mengusapkan bacaan tersebut dengan tangannya sendiri, menunjukkan pentingnya sentuhan dalam ruqyah diri.
  5. Pengulangan tiga kali: Ini menunjukkan bahwa pengulangan dalam dzikir dan ruqyah memiliki keutamaan dan pengaruh spiritual yang lebih kuat.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dan termasuk dalam kumpulan hadis shahih. Ia menjadi dasar penting dalam amalan dzikir malam dan perlindungan diri sebelum tidur.


24.NABI ﷺ MEMBACA Al-MU'AWWIDZAT KETIKA SAKIT


Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُتُ فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah radhiallahu'anha, bahwasanya Rasulullah dahulu bila sedang menderita kesakitan, beliau membacakan dirinya dengan 'AL MU'AWWIDZAAT' (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas), lalu beliau meniupkannya. Hanya saja di masa sakit parahnya, akulah yang membacakannya untuk beliau, lalu kuusapkan dengan tangannya guna mengharap keberkahan."

Takhrij Hadis:

  1. Shahih Bukhari, Bab Fadhlu Bil Mu'awwidzat no.5016,4449,5735, dan 5751.
  2. Shahih Muslim, Bab Ruqyah Al-Maridh Bil Mu'awwidzat Wa Al-Nufuts, no.2192
  3. Sunan Abi Daud, Bab Kaifa Al-Raqaa, no.3902.
  4. Sunan Ibnu Majah, Bab Al-Nufuts Fii Al-Ruqyah, no.3528 dan 3529.
  5. Muwatha' malik , Dalam Kitab Al-Jami'- Al-Ta'ud Wa Ruqyah Fii Al-Mardi, no.2716.
  6. Musnad Ahmad, Dalam Musnad Al-Shiddiqah 'Aisyah Binti Al-Shiddiq ra., no.25335.

Kandungan Hadis:

  1. Keutamaan al-Mu’awwidzāt: Surah al-Ikhlāṣ, al-Falaq, dan an-Nās memiliki keutamaan sebagai doa perlindungan dari keburukan dan penyakit.
  2. Tindakan ruqyah syar’iyyah: Nabi ﷺ melakukan ruqyah dengan membaca dan meniupkan bacaan ke tubuhnya sendiri, menunjukkan bahwa ini adalah sunnah yang dianjurkan.
  3. Keberkahan tangan Nabi ﷺ: ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā menggunakan tangan Nabi untuk mengusap tubuh beliau karena mengharapkan keberkahan dari tangan beliau yang mulia.
  4. Kasih sayang dan perhatian istri: Hadis ini juga menunjukkan kasih sayang dan perhatian ‘Aisyah terhadap Nabi ﷺ di masa sakit beliau.



25.TURUNNYA SAKINAH (KETENANGAN) KARENA BACAAN Al-QUR'AN


Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ وَإِلَى جَانِبِهِ حِصَانٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدْنُو وَتَدْنُو وَجَعَلَ فَرَسُهُ يَنْفِرُ فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Al Barra` bin 'Aazib ia berkata, Seorang laki-laki membaca surah Al-Kahfi, sementara di sisinya terdapat seekor kuda yang terikat dengan dua tali, ternyata di atasnya terdapat kabut yang menaunginya. Kabut itu mendekat dan semakin mendekat sehingga membuat kudanya lari ingin beranjak. Ketika waktu pagi datang, laki-laki itu pun mendatangi Nabi dan menuturkan kejadian yang dialaminya, Nabi bersabda, "Itu adalah As Sakinah (ketenangan) yang turun karena Al-Qur'an.

Takhrij Hadis:

  1. Shahih Bukhari, Bab fadhlu surah Al-Kahfi, no.5011.
  2. Shahih Muslim, Bab Nuzuulu Al-Sakinah Liqira'ati Al-Qur'an, no.795.
  3. Jami' At-Tirmidzi, Bab Maa Ja'a Fii Fadhli Suurati Al-Kahfi, no.2885.
  4. Musnad Ahmad, Dalam Awwalu Musnad Al-Kuufain, no.18509,18591. dan 18637.

Kandungan Hadis:

  1. Hadis ini diriwayatkan oleh al-Barā’ bin ‘Āzib radhiyallāhu ‘anhu, dan menceritakan tentang seorang laki-laki yang membaca Surah al-Kahfi di malam hari. Di sampingnya terdapat seekor kuda yang terikat. Ketika ia membaca, turunlah awan yang mendekat dan membuat kudanya gelisah. Keesokan harinya, ia menceritakan hal itu kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan beliau bersabda:"Itulah sakinah (ketenangan) yang turun karena bacaan Al-Qur'an."
  2. Keutamaan membaca Al-Qur'an: Hadis ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an, khususnya Surah al-Kahfi, mendatangkan ketenangan dan keberkahan dari Allah.
  3. Turunnya sakinah: Sakinah adalah ketenangan yang berasal dari Allah. Dalam konteks ini, ia turun dalam bentuk awan yang mendekat sebagai tanda kehadiran rahmat Allah.
  4. Reaksi makhluk terhadap fenomena gaib: Kuda yang terikat menjadi gelisah karena merasakan kehadiran sesuatu yang luar biasa, yaitu sakinah yang turun.
  5. Mukjizat dan keajaiban Al-Qur'an: Hadis ini memperlihatkan bahwa Al-Qur'an bukan hanya bacaan biasa, tetapi memiliki pengaruh spiritual yang nyata di alam semesta.
  6. Anjuran untuk merenungi bacaan Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an dengan hati yang khusyuk dan penuh penghayatan bisa menjadi sebab turunnya rahmat dan ketenangan.




1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS DAN KEMUDANYA DALAM MEMPEROLEH PAHALA BESAR SETARA SEPERTIGA MALAM Al-QUR'AN

  REDAKSI HADIS حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ وَالضَّحَّاكُ الْمَشْرِقِيُّ ع...