Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ
بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْمُفَضَّلُ بْنُ فَضَالَةَ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ
شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ
ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَ قُلْ
أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ
بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ
وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah
menceritakan kepada kami Al Mufadldlal bin Fadlalah dari Uqail dari Ibnu Syihab
dari Urwah dari Aisyah bahwa biasa Nabi ﷺ bila hendak
beranjak ke tempat tidurnya pada setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak
tangannya, lalu meniupnya dan membacakan, "QULHUWALLAHU AHAD.." dan,
"QUL `A'UUDZU BIRABBIL FALAQ…" serta, "QUL `A'UUDZU BIRABBIN
NAAS.." Setelah itu, beliau mengusapkan dengan kedua tangannya pada
anggota tubuhnya yang terjangkau olehnya. Beliau memulainya dari kepala, wajah
dan pada anggota yang dapat dijangkaunya. Hal itu, beliau ulangi sebanyak tiga
kali.
Takhrij Hadis:
- Shahih Bukhari, Dalam Bab Fadlu Al-Mu'awwidzat, no.5017.
- Sunan Abi Daud, Bab Maa Yaquulu 'Inda Al-Naum, no.5056.
- Jami' at-Tirmidzi, Bab Man Yaqra' Al-Qur'an 'inda Al-Manam, no.3402.
- Sunan Ibnu Majah, Bab Maa Yad'uhu Bihi Idza Awaa Ilaa firaasyihi, no.3875.
- Musnad Ahmad, Dalam Musnad Al-Shadiiqah 'Aisyah Binti Al-Shiddiq Ra., no.24853 dan 25208.
Kandungan Hadis:
Hadis ini diriwayatkan dari Sayyidah ‘Ā’isyah radhiyallāhu ‘anhā, yang menceritakan kebiasaan Rasulullah ﷺ sebelum tidur setiap malam:Beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, Lalu meniup ke dalamnya setelah membaca tiga surah:
- Surah al-Ikhlāṣ (Qul Huwa Allāhu Aḥad)
- Surah al-Falaq (Qul A‘ūdhu bi-Rabbi al-Falaq)
- Surah an-Nās (Qul A‘ūdhu bi-Rabbi an-Nās)
- Setelah itu, beliau mengusapkan kedua tangannya ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh.
- Beliau mengulangi hal ini tiga kali setiap malam.
Pelajaran dan Hikmah Hadis:
- Sunnah sebelum tidur: Hadis ini mengajarkan amalan yang sangat dianjurkan sebelum tidur, yaitu membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an (al-Mu’awwidzāt) dan mengusapkannya ke tubuh.
- Perlindungan dari gangguan: Bacaan ini berfungsi sebagai ruqyah dan perlindungan dari segala keburukan, baik yang tampak maupun yang gaib.
- Makna meniup (nafth): Nafth adalah tiupan ringan yang disertai sedikit ludah, bukan meludah penuh. Ini menunjukkan adab dalam melakukan ruqyah.
- Keberkahan sentuhan: Rasulullah ﷺ mengusapkan bacaan tersebut dengan tangannya sendiri, menunjukkan pentingnya sentuhan dalam ruqyah diri.
- Pengulangan tiga kali: Ini menunjukkan bahwa pengulangan dalam dzikir dan ruqyah memiliki keutamaan dan pengaruh spiritual yang lebih kuat.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dan termasuk dalam kumpulan hadis shahih. Ia menjadi dasar penting dalam amalan dzikir malam dan perlindungan diri sebelum tidur.