Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا
آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ
الرَّحْمَنِ بْنَ يَزِيدَ بْنِ قَيْسٍ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ فِي بَنِي
إِسْرَائِيلَ وَالْكَهْفِ وَمَرْيَمَ وَطه وَالْأَنْبِيَاءِ إِنَّهُنَّ مِنْ
الْعِتَاقِ الْأُوَلِ وَهُنَّ مِنْ تِلَادِي
Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami
Syu'bah dari Abu Ishaq ia berkata, Aku mendengar Abdurrahman bin Yazid bin Qais
Aku mendengar Ibnu Mas'ud berkata terkait dengan surat Bani Isra`il, Al-Kahfi
Maryam, Ta Ha, dan Al-Anbiya`, "Sesungguhnya itu semua adalah dari
surat-surat pertama yang diturunkan, dan semuanya pernah saya baca semenjak
dahulu."
Takrij Hadis:
- Shahih Bukhari, Bab Ta'lifu Al-Qur'an, juz 6, no.4994 hal.185
Kandungan Hadis:
Hadis ini merupakan perkataan sahabat mulia Abdullah bin Mas'ud RA, yang dikenal sebagai salah satu sahabat terdekat Nabi ﷺ dan termasuk di antara ahli qira’at serta penghafal Al-Qur’an yang terpercaya.
- Surah-Surah yang Disebut: Ibnu Mas'ud menyebut lima surah, yaitu:Bani Israil (nama lain dari Surah Al-Isra’),Al-Kahf,Maryam, Taha dan Al-Anbiya’.
- Makna "Al-‘Itāq al-Uwal": Istilah ini berarti "surah-surah lama yang mulia", menunjukkan bahwa surah-surah tersebut termasuk bagian awal dari wahyu yang diturunkan di Makkah, dan memiliki kedudukan istimewa dalam hati Ibnu Mas'ud.
- Makna "Tilādī": Kata ini berasal dari "tilād", yang berarti harta warisan lama atau milik pribadi yang sangat berharga. Dengan menyebut surah-surah ini sebagai "tilādī", Ibnu Mas'ud menegaskan bahwa ia sangat mencintai dan menjaga surah-surah tersebut, seolah-olah itu adalah harta pribadinya yang paling berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar