Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ
بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ
سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ
عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ قَالَ
وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ حَتَّى كَانَ
الْحَجَّاجُ قَالَ وَذَاكَ الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal, telah menceritakan kepada kami Syu'bah ia berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Alqamah bin Martsad Aku mendengar Sa'd bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Utsman radhiallahu'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Orang yang paling baik di antara kalian seorang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." Abu Abdirrahman membacakan (Al-Qur'an) pada masa Utsman hingga Hajjaj pun berkata, "Dan hal itulah yang menjadikanku duduk di tempat dudukku ini."
Takhrij Hadis:
- Shahih Bukhari no.5027
- Sunan Abi Daud no.1452
- Jami' At-Tirmidzi no.2907
- Sunan Ibnu Majah no.211
- Musnad Ad-Darimi
- Musnad Ahmad no.405
- Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya."
- Ini menunjukkan bahwa kedudukan tertinggi dalam umat Islam adalah bagi mereka yang berinteraksi aktif dengan Al-Qur’an, baik sebagai pelajar maupun pengajar.
- Abu Abdurrahman As-Sulami, perawi hadis ini, menyampaikan bahwa ia mengajarkan Al-Qur’an sejak masa pemerintahan Utsman bin Affan hingga masa Al-Hajjaj, sebagai bentuk pengamalan langsung dari sabda Nabi ﷺ.
- Ini menunjukkan kesungguhan dan konsistensi dalam mengajarkan Al-Qur’an sebagai bentuk ibadah dan dakwah.
Kandungan Hadis:
1. Orang Terbaik di Antara Umat
2. Keutamaan Mengajarkan Al-Qur’an
3. Motivasi Berdakwah dan Mengajar
Kalimat "Itulah yang membuatku duduk di tempat ini" menunjukkan bahwa hadis Nabi menjadi motivasi utama bagi para ulama untuk mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an.
4. Pentingnya Rantai Ilmu (Sanad)
Hadis ini juga memperlihatkan rantai transmisi ilmu (sanad) yang kuat dari Nabi ﷺ hingga para tabi’in, menunjukkan pentingnya keaslian dan kesinambungan ilmu dalam Islam.
5. Al-Qur’an sebagai Poros Kehidupan
Hadis ini menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipelajari, diajarkan, dan diamalkan, menjadikannya pusat kehidupan seorang Muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar