Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا عَبْدُ
اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ
إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ
Telah menceritakan kepada kami Abudllah bin Yusuf, telah
mengabarkan kepada kami Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar radhiallahu'anhuma,
bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan para penghafal Al-Qur'an
adalah seperti seorang yang memiliki Utna yang terikat, jika ia selalu
menjaganya, maka ia pun akan selalu berada padanya, dan jika ia melepaskannya,
niscaya akan hilang dan pergi."
Takhrij Hadis:
- Shahih Bukhari no.5031
- Shahih Muslim no.789
- Sunan An-Nasa'i no.942
- Sunan Ibnu Majah no.3783
- Muwatha Malik no.541
- Musnad Ahmad no.4665
Kandungan hadis:
- Rasulullah ﷺ menggambarkan pemilik Al-Qur’an seperti pemilik unta yang diikat: jika ia menjaganya dengan baik, maka unta itu tetap bersamanya; jika ia melepaskannya, maka unta itu akan lari dan hilang.
- Ini adalah perumpamaan yang sangat hidup dan mudah dipahami, terutama oleh masyarakat Arab yang akrab dengan unta.
- Hadis ini menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an saja tidak cukup. Diperlukan komitmen untuk terus mengulang dan menjaganya agar tidak hilang dari ingatan.
- Seperti unta yang cepat lepas jika tidak diikat, hafalan Al-Qur’an pun mudah hilang jika tidak dijaga dengan muraja’ah rutin.
- Orang yang telah diberi nikmat menghafal Al-Qur’an memiliki tanggung jawab besar untuk menjaganya, mengamalkannya, dan mengajarkannya.
- Hadis ini mengajarkan pentingnya istiqamah (konsistensi) dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, bukan hanya semangat sesaat.
- Selain nilai spiritual, hadis ini juga mengandung pelajaran praktis tentang bagaimana menjaga sesuatu yang berharga: dengan komitmen, perhatian, dan usaha terus-menerus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar