Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا
أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِئْسَ
مَا لِأَحَدِهِمْ يَقُولُ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ هُوَ نُسِّيَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim,
telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Abu Wa `il dari
Abdullah ia berkata, Nabi bersabda, Alangkah celakanya seorang yang mengatakan,
'Aku lupa ayat ini dan ini.'Akan tetapi hendaklah ia mengatakan, 'Aku
telah dilupakan."
Takhrij Hadis:
- Shahih Bukhari no.5032
- Shahih Muslim no.790
- Jami' At-Tirmidzi no. 2942
- Sunan An-Nasa'i no.943
- Musnad Ad-Darimi no.2787
- Musnad Ahmad no.4085
Kandungan Hadis:
1. Larangan Mengucapkan “Aku Lupa Ayat Ini” dengan Sombong
- Nabi ﷺ mengecam seseorang yang berkata: "Aku lupa ayat ini dan itu", karena ucapan ini bisa menunjukkan sikap meremehkan atau kurangnya tanggung jawab menjaga Al-Qur'an.
2. Penggunaan Kalimat yang Lebih Sopan: “Aku Diperbuat Lupa”
- Nabi mengajarkan untuk berkata: "بَلْ هُوَ نُسِّيَ" (melainkan dia dibuat lupa) sebagai bentuk adab dan pengakuan bahwa lupa itu datang dari Allah sebagai ujian atau takdir.
3. Adab terhadap Al-Qur’an
- Hadis ini menekankan pentingnya sikap hormat dan kehati-hatian dalam berbicara tentang Al-Qur’an, termasuk saat mengalami kelupaan.
4. Tanggung Jawab Hafizh untuk Menjaga Hafalan
- Meski lupa adalah sifat manusiawi, orang yang telah menghafal Al-Qur’an dianjurkan terus muroja‘ah (mengulang hafalan), agar tidak sampai "dibuat lupa".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar