Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ
حَدَّثَنَا بُرَيْدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ جَدِّهِ أَبِي
بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا أَبَا مُوسَى لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ
مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ
Telah menceritakan kepada kami Muhammd bin
Khalaf Abu Bakr, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya Al Himmani, telah
menceritakan kepada kami Buraid bin Abdulla bin Abu Burdah dari kakeknya, Abu
Burdah dari Abu Musa radhiallahu'anhu, dari Nabi, beliau bersabda kepadanya,
"Wahai Abu Musa, sesungguhnya engkau telah diberi Mizmar (seruling) dari
Mazaamir (seruling) -nya keluarga Daud."
Takhrij Hadis:
- Shahih Bukhari no.5048
- Shahih Muslim no.793
- Jami' At-Tirmidzi no.3855
- “Mizmar” secara bahasa berarti seruling atau alat musik tiup, namun dalam konteks ini bermakna suara yang merdu dan menyentuh hati.
- “Mazamir Āli Dāwūd” merujuk pada keindahan suara Nabi Dawud ‘alaihis-salām dalam melantunkan zikir dan pujian kepada Allah, yang sangat menyentuh hati dan membuat makhluk ikut bertasbih.
- Hadis ini menunjukkan bahwa memperindah suara saat membaca Al-Qur’an adalah sunnah dan sangat dianjurkan.
- Suara yang merdu dalam membaca Al-Qur’an dapat menyentuh hati dan meningkatkan kekhusyukan.
- Rasulullah ﷺ sendiri menikmati dan mengapresiasi bacaan Al-Qur’an yang indah dari para sahabatnya.
- Ini menunjukkan bahwa keindahan suara adalah anugerah, dan dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah jika digunakan dalam kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar