Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ
أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو إِيَاسٍ قَالَ سَمِعْتُ
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُغَفَّلٍ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقْرَأُ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ أَوْ جَمَلِهِ وَهِيَ تَسِيرُ بِهِ
وَهُوَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفَتْحِ أَوْ مِنْ سُورَةِ الْفَتْحِ قِرَاءَةً
لَيِّنَةً يَقْرَأُ وَهُوَ يُرَجِّعُ
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas, telah
menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Abu Iyas ia
berkata, Aku mendengar Abdullah bin Mughaffal berkata, Aku pernah melihat Nabi ﷺ membaca saat
beliau berada di atas Untanya yang berjalan, ketika itu beliau membaca surah Al
Fath atau bagian dari surah Al Fath, yakni dengan bacaan yang pelan seraya
mengulang-ngulangnya."
Takhrij Hadis:
- Shahih Bukhari no.5047
- Shahih Muslim no.794
- Sunan Abi Daud no. 1467
- Musnad Ahmad no.16789
- Hadis ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an bisa dilakukan dalam berbagai kondisi, termasuk saat bepergian.
- Meneladani bacaan Nabi ﷺ yang lembut dan penuh penghayatan adalah bagian dari adab membaca Al-Qur’an.
- Tarji‘ menunjukkan bahwa memperindah suara dalam membaca Al-Qur’an adalah sunnah yang dianjurkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar