Redaksi Hadis
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ
بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ الْأَزْدِيُّ حَدَّثَنَا
قَتَادَةُ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ قِرَاءَةِ النَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَانَ يَمُدُّ مَدًّا
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah
menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim Al Azdi, telah menceritakan kepada
kami Qatadah ia berkata, Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik mengenai
bacaan Nabi ﷺ, maka ia pun menjawab, "Bacaan beliau adalah memanjangkan
sehingga bisa dibaca."
Tkahrij Hadis:
- Shahih Bukhari no.5045
- Sunan Abi Daud no.1456
- Sunan An-Nasa'i no.1014
- Sunan Ibnu Majah no.1353
- Musnad Ahmad no.12198
- Frasa ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca Al-Qur’an dengan tartil (perlahan dan jelas), memperhatikan panjang pendek huruf sesuai dengan kaidah tajwid.
- Ini mencerminkan kesempurnaan bacaan beliau, yang tidak tergesa-gesa dan penuh penghayatan.
- Hadis ini mengajarkan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memperhatikan hukum-hukum tajwid.
- Meneladani cara bacaan Nabi ﷺ merupakan bagian dari adab dalam membaca Al-Qur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar