Sabtu, 10 Januari 2026

4.BACALAH AL-QUR'AN SELAMA MENJADIKAN HATI KALIAN BERSATU

 Redaksi Hadis

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ جُنْدَبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ قُلُوبُكُمْ فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فَقُومُوا عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'man, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abu Imran Al Jauni dari Jundub bin Abdullah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Bacalah Al-Qur'an ketika hati-hati kalian memang menyatu, namun jika kalian berselisih, maka beranjaklah darinya."

Takhrij Hadis:

  1. Shahih Bukhari no.5060
  2. Shahih Muslim no.2667
  3. Musnad Ad-Darimi no.3402
  4. Musnad Ahmad no.18816
Kandungan Hadis:

1. Anjuran Membaca Al-Qur’an dalam Suasana Persatuan:

  • Rasulullah ﷺ memerintahkan agar Al-Qur’an dibaca ketika hati-hati dalam keadaan saling menyatu dan harmonis.
  • Ini menunjukkan bahwa kondisi batin dan suasana hati sangat penting dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
2. Larangan Membaca dalam Keadaan Perselisihan:
  • Jika terjadi perbedaan, pertengkaran, atau perselisihan, maka hendaknya berhenti sejenak dari membaca Al-Qur’an.
  • Hal ini untuk menjaga kehormatan Al-Qur’an dan agar bacaan tidak menjadi sumber perpecahan atau perdebatan yang tidak bermanfaat.
3. Makna dan Hikmah:
  • Al-Qur’an adalah kitab petunjuk dan rahmat, maka membacanya harus dalam suasana tenang, khusyuk, dan penuh adab.
  • Hadis ini juga menjadi dasar adab dalam majelis ilmu dan tilawah, bahwa jika suasana tidak kondusif, lebih baik ditinggalkan sementara.
4. Relevansi Praktis:
Dalam konteks belajar atau tadarus bersama, jika terjadi perbedaan tajwid, qira’at, atau pemahaman yang menimbulkan ketegangan, maka lebih baik menghentikan sejenak dan menyelesaikan dengan hikmah.

Referensi Hadis:
Shahih al-Bukhari, Kitab Fadhā’il al-Qur’ān (Keutamaan Al-Qur’an), Bab: Membaca Al-Qur’an Ketika Hati Bersatu, Nomor Hadis: 5061


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS DAN KEMUDANYA DALAM MEMPEROLEH PAHALA BESAR SETARA SEPERTIGA MALAM Al-QUR'AN

  REDAKSI HADIS حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ وَالضَّحَّاكُ الْمَشْرِقِيُّ ع...